Langsung ke konten utama

Kegiatan Belajar 2 : Bentuk Dan Pengukuran Huruf Dalam Tipografi

1. Bentuk Huruf

Setiap bentuk huruf dalam sebuah alphabet memiliki keunikan fisik yang menyebabkan mata dapat membedakan antara huruf ‘m’, dengan ‘p’ atau ‘C’ dengan ‘Q’. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata melihat korelasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain. Salah satu hukum dari teori Gestalt membuktikan bahwa untuk mengenal atau membaca sebuah gambar diperlukan adanya kontras antara ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negatif yang disebut dengan ground.

Langkah awal untuk mempelajari tipografi adalah mengenali atau memahami anatomi huruf. Seperti halnya tubuh manusia, huruf memiliki berbagai organ yang berbeda. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antara huruf yang satu dengan yang lain. Apabila telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan mudah dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf.

Menurut Danton Sihombing (2001), terminologi umum yang digunakan dalam penamaan setiap komponen visual yang terstruktur dalam fisik huruf adalah:
  1. Capline : garis maya lurus horisontal yang menjadi batas bagian teratas dari setiap huruf besar
  2. Meanline : garis maya lurus horisontal yang menjadi batas bagian teratas dari badan setiap huruf kecil
  3. Baseline : garis maya lurus horisontal yang menjadi batas bagian terbawah dari setiap huruf besar
  4. Descender : bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada di bawah baseline
  5. Ascender : bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada diantara meanline dan capline
  6. X-Height : jarak ketinggian dari baseline ke meanline
Setiap individu huruf, angka, dan tanda baca dalam tipografi disebut sebagai karakter. Setiap karakter apakah huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujung-ujungnya dapat ditemukan beberapa garis akhir sebagai penutup yang disebut terminal.
Istilah lain yang berkaitan dengan anatomi huruf adalah sebagai berikut:

1. Bowl, kurva parabola tertutup dan terbuka yang menciptakan kesan ruang di dalamnya.










2. Counter, bagian dalam dari 'Bowl'.









3. Leg, bagian bawah huruf yang memiliki kesan "menopang" huruf tersebut. Misalkan bagian bawah huruf "L" dan garis diagonal bawah pada huruf "K".









4. Shoulder, bentuk lengkung yang biasanya merupakan pangkal sebuah leg.









5. Crossbar, merupakan bagian huruf yang menghubungkan antara stem utama dengan stem lainnya pada sebuah huruf








6. Axis, merupakan garis tak nampak yang membagi sebuah huruf sehingga bagian atas dan bawah akan membentuk sebuah axis.









7. Ear, terletak pada bagian atas kanan dari sebuah bowl umumnya ditemukan pada huruf "g".






8. Tail, biasanya merupakan bagian yang berada di bawah garis decender. Secara umum ditemukan pada huruf "Q" dan ""g, j, p, q, y", namun pada jenis huruf dekoratif, biasanya muncul juga pada huruf "K", "R".









9. Aperture, biasanya berupa ruang negatif atau jarak dari sisa stroke pada sebuah huruf. Sebagai contoh nampak pada huruf 'n', 'C', 'S'; bagian bawah dari huruf 'e' dan bagian atas dari huruf 'a'.








10. Link/Neck, sebuah tarikan garis yang biasanya melengkung, yang berfungsi sebagai penghubung antara 'bowl' dan 'loop/lobe' pada bagian bertingkat dari huruf 'g'.








11. Loop/Lobe, biasanya terdapat pada bagian huruf 'g' yang ada dibawah garis 'baseline' yang terhubung kepada 'bowl'. Biasanya juga terdapat pada huruf 'p', 'b' dan 'l'.









Pada dasarnya setiap huruf terdiri dari kombinasi berbagai guratan garis (strokes) yang terbagi menjadi dua, yaitu guratan garis dasar (basic stroke) dan guratan garis sekunder (secondary stroke).
Apabila ditinjau dari sudut geometri, maka garis dasar yang mendominasi struktur huruf dalam alphabet dapat dibagi menjadi 4 kelompok besar, yaitu:
  1. Kelompok garis tegak-datar : E, F, H, I, L
  2. Kelompok garis tegak-miring : A, K, M, N, V, W, X, Y, Z
  3. Kelompok garis tegaklengkung : B, D, G, J, P, R, U
  4. Kelompok garis lengkung : C, O, Q, S

Huruf memiliki dua ruang dasar bila ditinjau dalam hukum persepsi dari teori Gestalt, yaitu figure dan ground. Keberadaan ruang negatife dari seluruh huruf dapat dipecah menjadi tiga kelompok, yaitu :
  • Ruang negatif bersudut lengkung









  • Ruang negatif bersudut persegi-empat









  • Ruang negatif bersudut persegi-tiga









Pengukuran dalam Tipografi Susunan huruf-huruf pada sebuah naskah, buku, majalah dan sebagainya memiliki suatu disiplin dalam pengukuran dan proporsi. Hal tersebut mencakup:
  1. Relative Measmureent
    1. pengukuran tinggi huruf
    2. panjang baris huruf  b.
  2. Spacing Measurement
    1. jarak antara huruf yang satu dengan yang lain (kerning)
    2. jarak antar baris (leading)
    3. jarak antar kata (word spacing/tracking)

Relative Measurement

Tiga dasar sistem pengukuran dalam tipografi adalah point (biasa disingkat dengan pt), pica (dibaca : paika), dan unit. Point digunakan untuk mengukur tinggi huruf, sedangkan pica digunakan untuk mengukur panjang baris. Pengukuran dari lebar per satuan huruf serta jarak antar huruf dihitung dengan satuan unit. Perhitungan unit hanya digunakan dalam proses yang menggunakan teknologi phototypesetting dan digital composition teknologi yang digunakan untuk pengetikan dan pencetakan huruf agar dapat mendapatkan hasil cetak yang tajam dan presisi.

Ukuran huruf umumnya berkisar antara 4 sampai dengan 72  point. Di atas 12 point biasanya digunakan untuk display atau judul, sedang di bawah ukuran itu digunakan untuk teks.
72 point = 6 pica = 1 inch
(1 inch = 2.539 cm)
12 point = 1 pica
Ukuran huruf
Acuan pengukuran tinggi sebuah huruf bukan dihitung dari tinggi huruf yang telah tercetak namun dihitung dari kedalaman body size.

Spacing Measurement

Istilah spasi sering digunakan dalam pekerjaan pengetikan naskah yang berarti interval antarelemen tipografi yang mencakup jarak antarhuruf (kerning),  jarak antarkata (word spacing) dan jarak antarbaris (leading).

JARAK ANTAR KATA

Teknik tradisional yang digunakan untuk pengukuran ruang jarak antarkata adalah penyisipan potongan metal (quad) yang diletakkan di antara huruf yang satu dengan yang lain. Sebuah quad berbentuk persegi empat yang merupakan kotak sebesar ukuran huruf. Quad memiliki satuan yang disebut sebagai em. Ukuran dari setengah em adalah en. Apabila huruf dengan ukuran 10 pt maka em-quad-nya berukuran 10 pt x 10 pt. Untuk memperjelas gambaran tentang teknik tradisional ini, berikut adalah contoh penggunaan dengan satuan em dan en.
Gambar Pengukuran jarak antarkata

JARAK  ANTAR HURUF

Pengukuran jarak antarhuruf (kerning) dalam phototypesetting dan digital composition dihitung dengan system unit. Sistem ini tidak memiliki acuan pengukuran yang tetap, dalam pengertian bahwa unit memiliki nilai yang berbeda-beda tergantung kepada sistem  yang digunakan. Em berupa kotak seukuran besarnya huruf, kemudian bila kotak ini dibagi menjadi beberapa segmen yang sama besar, maka setiap segmen ini disebut sebagai unit. Sebuah huruf ‘U’ dapat memiliki lebar 12 unit, sementara huruf ‘t’ dapat memiliki lebar 6 unit.

JARAK ANTAR BARIS

Pengukuran jarak antarbaris (leading) dihitung dengan menggunakan satuan point. Teknik tradisional memakai lembaran metal yang disisipkan di antara baris. Lembaran metal ini memiliki ketebalan yang beragam.

RANGKUMAN

Setiap huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujungujungnya dapat ditemukan beberapa garis akhir sebagai penutup yang disebut terminal dan  terdiri dari kombinasi berbagai guratan garis (strokes) yang terbagi menjadi dua, yaitu guratan garis dasar (basic stroke) dan guratan garis sekunder (secondary stroke). Pengukuran dalam tipografi mencakup pengukuran tinggi huruf, panjang baris huruf, jarak antarhuruf, jarak antarkata serta jarak antarbaris.

Baca Juga : Kegiatan Belajar 3 : Karakteristik Fisik Huruf

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Dan Macam-Macam Dioda Lengkap

Ada banyak jenis dioda yang mempunyai kegunaan khusus, antara lain: Dioda Zenar, merupakan dioda sambungan P-N dari Si atau Ge yang mendapatkan pengotongan banyak untuk prasikap balik, yang bekerja didaerah dadal (break down) dimana arus dibatasi oleh tahanan luar dan disipasi daya dari dioda. LED (Light Emiting Dioda) adalah dioda sambungan semikonduktor P-N yang jika diberi prasikap maju akan mengeluarkan cahaya tampak. Jika elektron bebas pada semikonduktor tipe N terletak pada pita energi yang lebih tinggi daripada hole didaerah semikonduktor tipe P maka jika elektron bebas berkombinasi dengan hole perbedaan (kelebihan) energi ini akan diubah menjadi panas atau cahaya. Pada Ge dan Si energi tersebut sebagian besar tidak ada. Tetapi pada Ga As atau Ga P atau Ga As P sebagian besar energi diubah menjadi cahaya. Photodioda sambungan P-N Merupakan dioda sambungan P-N yang jika dikenai cahaya tahanan baliknya berubah menjadi lebih kecil. Dalam gelap, tahanan baliknya sangat besar seh...

Kegiatan Belajar 6 : Memahami Kelas Maya

Edmodo sebagai Social Learning Network Edmodo merupakan salah satu dari beberapa jenis Social Learning Networks (SLNs) yang beredar di dunia world wide web. Berikut beberapa contoh dari SLNs : 1. Einztein ( www.einztein.com ) merupakan SLNs yang ditujukan bagi  pembelajar dewasa (pendidikan tinggi) dan pembelajar seumur  hidup. 2.  Sophia ( www.sophia.org ) merupakan SLNs yang menyediakan  ribuan tutorial akademik yang diajarkan oleh guru dengan  berbagai model instruksional, dan dapat diikuti oleh pembelajar  dengan berbagai model belajar. 3.  RemixLearning ( www.remixlearning.com ) yang juga didukung oleh  The Bill & Melinda Gates Foundation menyediakan sebuah SLNs  yang dapat diatur sesuai selera oleh sekolah, perpustakaan,  museum, dan institusi lainnya yang membutuhkan. 4.  Schoology (www.schoology.com) merupakan LMS yang  dilengkapi dengan SLNs. Edmodo merupakan salah satu media untuk melaksanaka...

Waktu Yang Paling Bagus Untuk Posting Foto Di Instagram

Waktu Yang Paling Bagus Untuk Posting Foto Di Instagram Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh  kawan-kawan, lengkap banget yaa salam nya. Karena ngucap salam ngga boleh tanggung-tanggung hehe.. Yups Kembali lagi dengan Paguyuban Ilmu. Kali ini Paguyuban Ilmu akan membahas mengenai Waktu Yang Paling Bagus Untuk Posting Foto Di Instagram . Sebelum membahasnya alangkah baiknya kalian membaca sambil ngemil atau sedang istirahat  jangan pas lagi kerja atau sekolah nanti dimarahi atasan atau gurunya hehe.. Oke.. sudah dulu basa-basinya kita langsung ke topik saja yaa hehe.. Berikut saya rangkum mengenai " Waktu Yang Paling Bagus Untuk Posting Foto Di Instagram " selamat membaca :-) Pertanyaannya kapan waktu yang tepat? Sebuah perusahaan bernama Latergramme yang bejalan pada pelayanan untuk mengatur jadwal posting foto Instagram pernah melakukan riset terhadap hal ini. Mereka melakukannya pada lebih dari 70 ribu postingan untuk mengetahui kapan waktu y...